Desa Lorotolus, tempat tinggal ku di Malaka, itu indah banget. Tapi, kantor desanya masih pakai cara lama. Banyak kertas berserakan, dan kalau mau cari informasi, lama banget. Aku mikir, pasti bisa lebih baik kalau pakai teknologi.
Pertama, aku ajak ngobrol teman-teman di kantor desa. Aku jelasin, kalau pakai komputer dan internet, kerjaan kita bisa lebih cepat dan rapi. Awalnya, ada yang bingung, tapi aku sabar jelasin pelan-pelan.
Terus, aku cari cara buat beli komputer dan pasang internet. Untungnya, ada bantuan dari pemerintah desa. Kita juga minta bantuan sama anak-anak kuliah yang lagi KKN di desa. Mereka bantu kita belajar pakai komputer dan internet.
Awalnya, memang susah. Ada yang takut salah pencet, ada yang bingung cara kirim email. Tapi, kita belajar sama-sama. Aku bikin grup belajar, dan kita sering latihan bareng.
Pelan-pelan, kita mulai pakai komputer buat bikin surat-surat, catat data warga, dan bikin pengumuman. Kita juga bikin website desa, jadi warga bisa lihat informasi penting dari rumah.
Selain itu, aku juga ajak petani di desa belajar pakai aplikasi di HP. Ada aplikasi buat lihat harga hasil panen, ada juga aplikasi buat lihat cuaca. Jadi, petani bisa lebih mudah atur waktu tanam dan panen.
Memang, ada saja masalahnya. Kadang internetnya lambat, kadang komputernya rusak. Tapi, kita selalu cari solusi. Kita gotong royong, saling bantu, dan terus belajar.
Sekarang, kantor desa Lorotolus sudah lebih modern. Warga juga senang, karena urusan jadi lebih cepat dan mudah. Petani juga lebih semangat, karena terbantu dengan teknologi.
Aku senang bisa bantu desa Lorotolus jadi lebih maju. Aku percaya, kalau kita mau belajar dan kerja sama, kita bisa bikin perubahan yang lebih baik
